Wahai Kaum Muda, Mari Menulis Politik!


Peserta workshop blogger dan aktivis media sosial yang diadakan ACSTF (Dok. ACSTF)

Tahun ini kita sibukkan dengan sebuah hajatan besar. Ya, Pemilihan Umum (Pemilu) itu telah berakhir beberapa waktu lalu. Sebuah pesta demokrasi lima tahun sekali yang menjadi sarana kita menyaring para Wakil Rakyat dan Presiden sebagai aktor utama yang menjalankan roda pemerintahan negeri ini.

Pada prosesnya pelaksanaan Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) belum seperti yang sama-sama kita impikan, tapi paling tidak kita telah sukses menunjukkan kepada dunia bahwa kita adalah bangsa yang besar nan demokratis.

Entah apa jadinya negeri ini jika Pemilu tak terselenggara. Dengan cara apa kita memilih para wakil dan pemimpin negeri tercinta ini. Apakah kita akan berubah menjadi sebuah negara Monarki layaknya Saudi Arabia atau Britania Raya yang segalanya diatur dan ditentukan oleh kerajaan. Lalu di mana letak kedaulatan rakyat?
Baca selengkapnya »

Ada Kemesraan Aceh dan Papua di Askopma Unsyiah


Askopma Unsyiah (foto: www.up4b.go.id)

Tampak seorang pemuda berusia dua puluh tahunan sedang berjalan dengan ayunan langkah kaki yang agak dipercepat. Parawakannya begitu asing, tampak berbeda dengan pemuda-pemuda di sekitarnya. Dengan tas ransel warna hitam Ia menuju sebuah tempat sambil sesekali melempar senyum hangat khasnya.

Yopie, begitulah pemuda itu biasa disapa. Laki-laki kelahiran Timika, Papua ini adalah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Aceh. Ia kini sudah memasuki semester ke empat berkuliah di kampus jantung hati rakyat Aceh itu. Selama menetap di Aceh, Yopie tinggal di kompleks Asrama Putra milik kampus Unsyiah.

Orangnya ramah dan bersahaja, tak lupa Ia menyapa kala saya bertemu dengannya sore itu. Kami pun larut dengan obrolan-obrolan santai bak dua sekawan yang telah kenal lama. Yopie pun mulai bercerita tentang kesannya selama menetap di tanah Serambi Mekkah.
Baca selengkapnya »

26 Januari



Dok. Pribadi

“Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali,” 
( Soekarno)

***

26 Januari 2009, aku masih hafal betul tanggal itu. Ya, ku yakin kau juga sama. Di tanggal itulah kali pertama kita mengikat tali cinta. Kala itu kau dan aku hanya sepasang remaja yang belum paham apa itu makna cinta. Semua mengalir begitu saja, hingga sekarang kita sadar bahwa kita adalah dua makhluk yang tak ingin berpisah.

Pada awalnya aku tak yakin 26Januari menjadi tanggal yang begitu berarti. Tak ada yang percaya kita akan terus bersama merayakan tanggal itu tiap tahunnya, bahkan oleh kita sendiri.
Baca selengkapnya »