Walau Berat, Ramadhan Tetaplah Ramadhan



Tanpa terasa sudah memasuki separuh kedua Ramadhan, bulan penuh kemuliaan berjalan dengan cepatnya. Bulan suci yang selalu dinanti-nanti oleh lebih satu miliar umat muslim di seluruh dunia ini tak sampai dua pekan kedepan bakal meninggalkan kita.

By the way, semua orang tentu punya cerita tersendiri dengan bulan suci yang penuh berkah  tersebut, entah itu cerita gembira, sedih bahkan haru. Tak terkecuali aku, berlatarbelakang lahir dan besar di komunitas muslim (Aceh), tetapi Ramadhan kali ini, dikarenakan tengah mengabdi sebagai pendidik didalam satu program pemerataan pendidikan, harus menjalankan ibadah puasa di kawasan dimana muslim sebagai minoritas.

Berpuasa di kawasan timur Indonesia  dan jauh dari sanak keluarga di bumi Iskandar Muda sana adalah pengalaman pertamaku. Menjalankan puasa di daerah yang penduduk muslimnya “hanya” 30% -- bahkan berdasarkan statistik terakhir yang dikutip dari Wikipedia hanya 28% -- merupakan sebuah tantangan tersendiri yang telah menguatkan diri sebagai muslim sejati.
Baca selengkapnya »

Jejak Pesepak Bola Aceh di Timnas (Who The Next Ismed Sofyan?)

Ismed Sofyan (Foto; www.zimbio.com)
Akhir-akhir ini ditengah kebobrokan prestasi sepakbola nasional, kita seakan kembali bergairah dengan kedatangan tiga klub elit Eropa. Tak tanggung-tanggung raksasa English Premier League (EPL) Arsenal, Liverpool dan Chelsea, yang dalam waktu berdekatan menyambangi Gelora Bung Karno dalam kampanye Tour Asian mereka. Dengan mengandalkan pemain-pemain terbaiknya, mereka tampil “serius” menghadapi kumpulan pemain-pemain terbaik Indonesia.



Bukan rahasia lagi negara kita adalah pasar terbesar di Asia Tenggara, hal ini menjadikan lawatan ketiganya ke Indonesia lebih kepada strategi perluasan bisnis dan tentunya meraih pundi-pundi uang, Terlepas dari tujuan hadir ketiganya ke negara yang “hanya” berperingkat 170 FIFA, menghadapi klub top Eropa adalah suatu kebangggan dan juga momentum bagi pesepakbola kita untuk belajar dari pemain-pemain kelas dunia.



Menarik jika menilik susunan pemain asuhan pelatih Jackson F. Tiago pada laga melawan Arsenal dan Liverpool, dan pelatih Rahmad Darmawan pada laga melawan Chelsea. Sebagai putra Aceh, penulis miris, tak ada seorang pun pemain berdarah Aceh yang masuk ke dalam skuad. Pasti ada yang salah dengan pola pembinaan sepakbola Aceh!
Baca selengkapnya »

My Journey: Menikmati "Surga" di Puncak Kelimutu



 puncak gunung Kelimutu (Dok. Pri)
Masih ingat uang pecahan Rp 5000,- (Lima Ribu Rupiah) yang menjadi alat tukar resmi pada tahun 1990-an? bagi anda yang memorinya masih baik pasti dengan mudah mengingat gambar yang ada pada uang tersebut. Ya, di salah satu sisi uang tersebut, tepatnya di bagian belakang terdapat gambar Danau Tiga Warna Kelimutu di pulau Flores yang telah mendunia itu.


Pulau Flores memang begitu mempesona, tak salah apabila S.M. Cabot, seorang Portugis yang pertama kali menginvasi daerah tersebut pada empat abad yang lalu, memberikan nama dengan bahasa Portugis “Cabo des Flores” yang berarti “Tanjung Bunga”. Kenapa bunga? apalagi kalau bukan karena ketakjuban mereka atas keindahan pulau Flores. 

Salah satu sudut Flores yang membuat kita seakan-akan tengah berada di “Surga” adalah Danau Tiga Warna Kelimutu. Suatu keindahan yang luar biasa berupa fenomena alam yang tidak ada duanya di muka bumi, yakni Tiga Danau Kawah yang bisa berubah-ubah warna dengan sendirinya. Keajaiban alam yang dibangun oleh aktivitas geologi gunung Kelimutu, yakni gunung api aktif setinggi 1.690 m di atas permukaan laut.
Baca selengkapnya »

Sarjana Mendidik Asal Aceh Gelar Aksi Sosial Dari Aceh Untuk Lembata

tampak penampilan tarian "Tarek Pukhat" (Foto: Miswan Huda)

Menjadi seorang pendidik dalam program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T), bukan semata-mata bertugas untuk mengisi kekosongan tenaga pendidik di daerah 3T. Tetapi lebih dari itu, SM-3T dituntut untuk melaksanakan pemberdayaan masyarakat untuk mendukung program pembangunan pendidikan di daerah 3T.


Hal inilah yang mendorong para Sarjana Mendidik asal LPTK Universitas Syiah Kuala Aceh penempatan kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar Aksi Sosial dari Aceh untuk Lembata dengan mengusung tema “Mengemas Generasi Emas Untuk Indonesia Emas”.

Berpusat di desa Babokerong, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata. Aksi sosial ini sendiri dilaksanakan selama tiga hari pada tanggal 6-8 Juli 2013. Kegiatan aksi sosial berlangsung lancar, banyak agenda yang disiapkan oleh para “Cekgu Aceh” dan panitia lokal. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi: khitan massal, aneka lomba, pelatihan kepemimpinan, pertandingan olahraga, pementasan seni dan budaya dan bakti sosial.
Baca selengkapnya »

Stadion Halliwen Atambua, Potret Buram Sepak Bola Indonesia (Timur)

Stadion Halliwen Atambua (Dok. Pribadi)

Perjalanan Menuju Perbatasan antara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) – Negara Demokratik Timor Leste, membawa penulis kepada pemandangan yang menyesakkan dada. Tepat di kawasan Halliwen, kota Atambua ibukota kabupaten Belu, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terdapat stadion sepakbola yang dulu sempat digadang-gadang akan menjadi stadion termegah di Atambua, namun kini hanya tinggal besi dan beton tua yang menghitung hari untuk roboh.
                                       
Bila kita perhatikan stadion Halliwen walau belum rampung, sudah dalam perencanaan pembangunan yang baik, terdapat tribun utama yang bisa menampung sekitar 1000 penonton. Tepat di bawah tribun di lengkapi dengan mess pemain dan kantor. Keliling stadion juga dibangun beton setinggi 3 meter. Luas lapangan sudah sesuai dengan standar Internasional. Belum lagi letak stadion yang strategis, hanya berjarak sekitar 500 meter dari Bandar udara Halliwen Atambua.

Tapi nyatanya kini, stadion Halliwen hanya jadi "bangkai" yang mungkin hanya menjadi pengganggu pandangan para pengguna jalan. Dari kejauhan kita mendapati pemandangan ternak yang sedang menikmati rumput stadion Halliwen dengan lahapnya. Ya, pemandangan yang aneh, seharusnya kita melihat sekelompok anak manusia sedang bermain si kulit bundar, bukan hewan. miris!
Baca selengkapnya »

Sepak Bola VS Pendidikan, Pilih Mana?



ilustrasi
Jutaan anak Indonesia bermimpi menjadi pemain sepakbola profesional. Tapi kenyataannya, tak ada jaminan hidup disepakbola negeri ini, hal inilah yang akhirnya membuat para orang tua yang peduli dengan masa depan anaknya, memilih mengarahkan anaknya di jalur pendidikan.

Sejak keluarnya peraturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 1 tahun 2012, dengan tegas Mendagri menyetop pengucuran Anggaran Penda­patan Belanja Daerah (APBD) oleh pemerintah daerah untuk klub sepakbola profesional. Tak boleh lagi ada dana untuk sepakbola pro­fesional, klub sepakbola profesional dituntut untuk mandiri mencari dana sendiri untuk membiayai kebutuhan operasional kompetisi.

Masih segar dalam ingatan, 11 pemain PSMS Medan yang berkompetisi di divisi utama PT LI, melakukan unjuk rasa di Kantor PSSI pusat. Dengan bermodal nekad mereka menyambangi Senayan untuk bertemu para petinggi-petinggi PSSI. Mereka ingin mengadu akan nasib mereka yang gajinya selama 10 bulan tak di bayar oleh klub. Selama di Jakarta mereka hanya makan seadanya dan bahkan tidur di Masjid, layaknya gerombolan gelandangan. Padahal mereka adalah pesepakbola profesional yang menggantungkan hidupnya di sepakbola, bagaimana juga dengan nasib anak istri mereka yang harus dinafkahi? miris!
Baca selengkapnya »

Sepak Bola Milik Semua, Kejar Mimpimu nak!

SSB Naga Muda (Dok. Pribadi)

Sepakbola itu universal, sepakbola milik semua. Tak peduli status sosial anda, latarbelakang pendidikan, asal-usul, etnis, ras, bahkan agama, semuanya bersatu dalam sepakbola. Tak terkecuali anak-anak petani desa Belabaja sekitarnya, atau yang lebih populer dengan sebutan kawasan Boto. Hidup di daerah yang jauh dari  hingar bingar kota, tak membuat mereka berhenti merajut asa menjadi pesepakbola. 

 

Boto merupakan sebutan untuk desa Belabaja dan desa Labalimut yang dahulunya adalah satu desa, namun karena terjadi pemekaran, Boto terbelah menjadi dua desa tadi. Boto sendiri berada di kecamatan Nagawutung, kabupaten Lembata, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari kota Lewoleba -pusat pemerintahan kabupaten Lembata-, butuh waktu sekitar dua jam perjalanan dengan kendaraan bermotor untuk menuju daerah tersebut. 

Tapi tunggu dulu, untuk menuju ke sana anda harus ekstra berhati-hati, kondisi jalan yang rusak parah bakal membuat anda "setengah mati". Jangan mengharapkan merasakan nikmatnya listrik disiang hari, karena listrik hanya menyala selama 12 jam pada malam hingga pagi hari. Belum lagi jaringan telekomunikasi juga masih susah payah membuat kawasan Boto terasa terisolir.
Baca selengkapnya »

Jelang Sail Komodo, Lembata Adakan Pembersihan Pantai Waijarang

Tampak para pelaku aksi sosial sedang membersihkan semak di pinggiran jalan menuju pantai

Pergelaran akbar Sail Komodo 2013 tinggal hitungan hari, kabupaten Lembata sebagai salah satu lokasi destinasi wisatawan domestik dan mancanegara pada ajang tersebut, makin giat mempersiapkan diri. Salah satunya dengan mengadakan kerja bakti pembersihan lingkungan pantai Waijarang, pada hari jumat (07/06/2013) lalu.

 

Aksi sosial tersebut langsung dipimpin oleh Bupati Lembata, Eliaser Yentje Sunur, dan Wakil Bupati Lembata, Viktor Mado Watun, serta dihadiri oleh segenap PNS dan Karyawan lingkungan instansi pemerintah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Lembata, Masyarakat desa Waijarang dan juga berpartisipasi para Sarjana Medidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T) asal Aceh penempatan kabupaten Lembata.

Aksi tersebut sendiri dimulai pada pukul 07.00 Wita dan selesai pada pukul 11.00 Wita. Fokus pembersihan adalah lokasi wisata pantai Waijarang dan akses jalan menuju lokasi wisata yang terkenal dengan pasirnya yang putih tersebut. Segala jenis sampah dan semak belukar di sekitar lokasi tak ada yang luput dari perhatian pelaku aksi sosial.

Baca selengkapnya »

Penyelenggaran O2SN di Daerah 3T, Formalitas kah?


 
Tim Bolvoli Putra Kecamatan Nagawutung O2SN Kabupaten Lembata 2013
Penyelenggaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (02SN), telah memasuki edisi ke-6. Suatu kegiatan tahunan yang bertujuan memberikan motivasi siswa untuk menyalurkan bakat dan minat terhadap olahraga. Ajang ini diadakan berjenjang dari tingkat Sekolah/Gugus, Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Nasional. Para atlet yang mampu meraih juara O2SN tingkat nasional nantinya akan disiapkan mewakili Indonesia di ajang olahraga internasional tingkat pelajar.

Sekilas tak ada yang salah dari event olahraga multi cabang tingkat pelajar yang pertama kali di gelar tahun 2008 tersebut, banyak atlet pelajar potensial terjaring tiap tahunnya. Penyelenggaraan O2SN juga banyak menuai pujian dari kalangan pemerhati olahraga. Ya, atlet pelajar adalah pintu menuju atlet berprestasi di masa depan. Pemerintah sadar, tak ada yang instan dalam pembinaan olahraga pretasi.


Baca selengkapnya »

Akhir Drama Trio London (Pengalaman Berbicara)

Kompetisi sepakbola yang disebut-sebut sebagai liga terbaik di dunia, Barclays Premier League (BPL) musim 2012-2013 telah berakhir sepekan yang lalu. Banyak catatan menarik yang tersisa, bukan hanya drama perebutan mahkota gelar juara oleh duo Manchester, drama perebutan zona Liga Champions (LC) dan adu gengsi trio London Chelsea, Arsenal dan Tottenham Hotspur juga turut menghiasi BPL sepanjang musim. 


Membicarakan persaingan tiga tim ibukota tersebut jauh lebih menarik, ketimbang membahas siapa yang menjadi pemuncak klasemen. Bagaimana tidak, Persaingan ketat ketiganya menjelang finish membuat jantung para fans berdetak lebih kencang. Saling bergantian mengisi posisi 3-5 klasemen, pada akhirnya peraih jatah sisa tiket zona LC baru bisa ditentukan pada hasil pertandingan terakhir liga.

Mari kita sejenak mundur ke belakang.


Baca selengkapnya »

Lamalera dalam Lensa

Menjadi seorang pendidik tugas utamanya adalah mendidik, hal ini sudah terpatri jelas oleh seluruh Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T) yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam proses pengabdian tersebut seorang Sarjana Mendidik disadari ataupun tidak telah menikmati berbagai “bonus” yang disediakan, bonus tersebut bukan hanya sekedar menambah “jam terbang” sebagai seorang pendidik, atau menikmati biaya hidup yang mengalir ke rekening tiap bulannya. “Bonus” yang tidak kalah penting adalah dapat menikmati keindahan alam Indonesia lengkap dengan tradisi adat dan budayanya.

Siapa yang tidak mengenal tradisi perburuan ikan paus secara tradisional di Lamalera. Tradisi yang sudah turun temurun sejak berabad-abad yang lalu ini menjadi brand kabupaten Lembata. Kebanyakan orang lebih mengenal tradisi ini ketimbang Lembata itu sendiri. Ya, tradisi perburuan ikan paus yang berada di pantai selatan kabupaten Lembata tersebut telah mendunia, tak hanya wartawan dan pelancong lokal yang wara-wiri meliput tradisi tersebut, tapi turis-turis dari berbagai belahan dunia juga tak mau kalah ikut mengabadikan prosesi tersebut.
Baca selengkapnya »

Sarjana Mendidik Asal Aceh Gelar Penyuluhan Bahaya HIV/AIDS di Lembata

Suasana acara penyuluhan bahaya HIV/AIDS (Dok. pribadi)
Penyebaran Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) sudah menjadi masalah Internasional. Sebagai kaum yang rentan terhadap penularan HIV/AIDS, sudah sepantasnya remaja mendapat informasi sebanyak-banyaknya tentang bahayanya agar dapat mengantisipasi sejak dini. 

Alasan itulah yang mendorong Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T) asal Aceh yang kini tengah bertugas di kabupaten Lembata,Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar sosialisasi bahaya HIV/AIDS di kalangan remaja. Acara yang bekerjasama dengan Pemerintah kabupaten Lembata, dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) dan pengurus remaja Mesjid Nur Salam Wangatoa-Lewoleba tersebut, dihelat  di balai Posyandu Wangatoa Minggu (12/05/2013) lalu.

Baca selengkapnya »

Merayakan Hari Jadi di Timur Indonesia

"Pertama kali dalam hidup merasakan hari bertambahnya umur di luar tanah kelahiran. Meninggalkan Aceh dan orang-orang tersayang demi turut serta mencerdaskan anak bangsa. Berada jauh di timur Indonesia hidup dalam segala keterbatasan dan penuh tantangan,"

Mungkin terlalu berlebihan karena banyak dari teman-teman seperjuangan yang juga merasakan hal yang sama, toh, semuanya tetap patut disyukuri. Masih diberi kesehatan dan umur panjang dari Sang Khalik adalah kenikmatan yang luar biasa.

Terlahir di dalam keluarga yang tidak mengagung-agungkan hari ulang tahun membuatku terbiasa melewati hari jadi dengan biasa-biasa saja. Tak ada kado, tak ada kue ulang tahun ataupun hingar bingar pesta. Hanya ucapan serta doa dari keluarga dan orang-orang terdekat. Itu semua sudah cukup!


Baca selengkapnya »

Air Terjun Lodowavo “Surga” yang Tersembunyi



Air Terjun Lodowavo (Foto: Sukry Ashari)
Berbicara potensi wisata Lembata seakan tidak ada habisnya. Kabupaten yang sudah mendunia lewat tradisi perburuan ikan paus dengan cara tradisional tersebut banyak menyimpan potensi tapi sayangnya belum dikelola dengan maksimal. Secara geografis Lembata merupakan pulau kabupaten, sehingga memiliki garis pantai yang panjang. Tapi bukan hanya menawarkan pantai-pantainya yang eksotis khas Indonesia timur, tekstur alamnya yang sebagian besar merupakan dataran tinggi melukiskan panorama yang indah. Ada satu tempat wisata yang selama ini kurang mendapatkan perhatian bahkan dari penduduk Lembata sendiri. “Surga” itu bernama air terjun Lodowavo.

 Saat anda berkunjung ke Lembata dan cobalah bertanya di manakah letak air terjun Lodowavo kepada masyarakat Lembata, dan anda akan mendapat jawaban-jawaban yang tidak memuaskan. Ya, kebanyakan dari masyarakat Lembata tidak tahu lokasi “surga” tersembunyi tersebut. Kalaupun ada yang mengetahui mereka pastinya adalah masyarakat petani desa Atawuwur yang merupakan lokasi air terjun tersebut berada.

Baca selengkapnya »

Ironi Prestasi Sepak Bola Aceh (Mencari Figur Ketua PSSI Aceh yang Baru)



Konflik kepengurusan sepakbola nasional beberapa tahun belakangan menjadi faktor utama menurunnya prestasi sepakbola di negeri ini. Pengurus sepakbola di daerah-daerah seakan larut oleh masalah antara elit sepakbola tersebut. Tak terkecuali Aceh, di bawah kendali Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI Aceh periode 2009-2013 prestasi sepakbola Aceh laksana "Poco-poco" alias jalan di tempat.

Dunia persepakbolaan Aceh belakangan disuguhi banyaknya klub-klub sepakbola Aceh yang menembus kasta tinggi persepakbolaan nasional. Mulai dari sengitnya Indonesian Super League (ISL) dan Divisi Utama di bawah naungan  BLAI -yang sempat tidak diakui- hingga ketatnya persaingan Indonesian Primer League (IPL) dan Divisi Utama di bawah operator LPIS.



Baca selengkapnya »

Sudut Lewoleba (Secuil Cerita dan Rekaman Lensa)

Konon tahun 2011 lalu bintang film era 80-an yang kini terjun ke dunia politik, Rano Karno mengunjungi kota Lewoleba guna menjadi salah satu juru kampanye (jurkam) pemenangan pasangan Eliaser Yentji Sunur-Viktor Mado Watun sebagai Cabup dan Cawabup dalam Pilkada Kabupaten Lembata periode 2011-2016. 

Sesampainya di kota yang menjadi pusat pemerintahan kabupaten Lembata provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut, Rano Karno bersama rombongan melakukan konvoi mengitari kota Lewoleba yang disambut gemuruh warga Lewoleba. Setelah lama berkonvoi Rano Karno pun dengan polos bertanya pada rombongan "kotanya di mana ya?"

Pertanyaan yang sangat menggelitik sekaligus memerahkan telinga, "Si Doel" tidak sadar apa yang Ia lewati selama berkonvoi ria merupakan jalanan kota Lewoleba. Apa yang ada di dalam pikiran Rano Karno kurang lebih sama dengan apa yang penulis pikirkan ketika pertama kali menginjakkan kaki di tanah Lewoleba. Ya, Lewoleba masih belum lah layak disebut dengan sebutan "kota", Lewoleba masih tertinggal dibandingkan kota-kota pusat pemerintahan kabupaten lainnya khususnya di barat Indonesia.


Baca selengkapnya »

Larut dalam BOLA (Kisah Pembaca Setia Tabloid BOLA)

Kecintaan pada sepakbola yang begitu besar mengantarkan penulis berkenalan dengan tabloid olahraga BOLA, seakan cinta pada pandangan pertama BOLA pun menjadi bagian dari hidup penulis, BOLA menjadi sumber inspirasi dan pengetahuan.

 Bukankah cinta tidak mengenal tempat dan waktu, terkesan berlebihan memang. Ayah lah orang pertama yang mengenalkan penulis yang saat itu masih seorang bocah lugu berumur 10 tahun dengan tabloid pelopor media massa bertema olahraga di Indonesia tersebut, tanpa sadar ayah telah membawa anak laki-lakinya ini ke berbagai penjelajahan yang di hadirkan BOLA.

Awalnya penulis tidak mengetahui bahwa BOLA merupakan jenis tabloid yang hadir dwi mingguan, keterbatasan pengetahuan seorang bocah telah menganggap tabloid yang identik dengan warna merah tersebut adalah koran. Lama menyebut dengan sebutan "koran", sampai di masa SMA penulis baru bisa membedakan yang mana yang disebut koran dan yang mana tabloid.
Baca selengkapnya »

Prosesi Semana Santa di Kota Reinha Rosari (Larantuka)

Flores seakan tidak henti memamerkan pesonanya. Kaya akan tradisi adat dan budaya serta keindahan panorama alam nan eksotis. Mulai dari Pulau Komodo di Labuhan Bajo hingga menikmati indahnya "surga" di Danau Kelimutu. Salah satu wisata yang yang juga tidak boleh anda lewatkan saat berkunjung ke Flores adalah prosesi Semana Santa di kota Reinha Rosari.

Terletak di wilayah paling timur pulau Flores, Kota Reinha Rosari atau yang lebih dikenal dengan nama Larantuka merupakan pusat pemerintahan kabupaten Flores Timur. Untuk menuju daerah tersebut, penulis yang berada di kabupaten Lembata (penempatan tugas SM-3T) harus menggunakan kapal motor penyeberangan antar pulau yang dapat ditempuh dalam waktu tiga jam perjalanan laut.

Reinha Rosari banyak tersimpan sejarah, pengaruh kolonial Portugis yang sudah menguasai kawasan ini pada Abad XVI sangat kental. Warisan Portugis yang sampai terasa saat ini adalah agama Katolik dan tradisinya yang dianut penduduk asli Reinha Rosari. Bisa dikatakan Reinha Rosari adalah salah satu tempat di mana agama Katolik berkembang di Indonesia.
Baca selengkapnya »

Gagal Revans, SM-3T Aceh ditahan Imbang PS Lamaholot


Sempat memimpin hingga menit-menit akhir pertandingan, Tim SM-3T Aceh dipaksa menerima hasil imbang setelah PS Lamaholot mencetak goal penyama kedudukan lewat titik putih.


Berlangsung di lapangan sepakbola Polres Lembata-Nusa Tenggara Timur, Selasa (26/3/2013). Kendati bermain di bawah teriknya matahari tidak menyurutkan semangat kedua tim untuk tampil solid demi memburu kemenangan.

Bagi tim SM-3T Aceh sendiri laga ini adalah ajang balas dendam setelah dipaksa tunduk dari anak-anak Lamaholot belum lama ini. Baca: PS Lamaholot Hantam SM-3T Aceh 6-4

Pertandingan persahabatan yang diselengggarakan untuk menyemarakkan kedatangan tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) SM-3T dari LPTK Universitas Syiah Kuala Aceh di Kabupaten Lembata ini sangat menghibur penonton, banyak terjadi jual beli serangan yang cukup sengit.
Baca selengkapnya »

Kisah Klub dan Pesepak Bola Aceh Tanpa APBD

Mulai tahun 2012, Menteri Dalam Negeri Gumawan Fauzi resmi menyetop pengucuran Anggaran Penda­patan Belanja Daerah (APBD) oleh pemerintah daerah untuk klub sepakbola profesional. Larangan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 tahun 2011, yang menegaskan untuk anggaran tahun 2012, tak boleh lagi ada dana untuk sepakbola pro­fesional.

Bak petir disiang hari, klub-klub sepakbola Aceh yang berlaga di liga profesioanal baik yang berada di bawah PT Liga Indonesia maupun LPIS mulai kelimpungan mencari cara mendapatkan dana segar agar mampu mengikuti kompetisi tahun 2012. Berbagai cara dilakukan termasuk mencari sponsor, pendekatan dengan pengusaha, perusahaan BUMN dan BUMD bahkan merger dengan klub lain.

Kita semua tahu klub-klub yang katanya profesional tersebut biasanya hanya berpangku tangan menunggu asupan dana APBD. Akan tetapi keadaan memaksa mereka memeras otak mencari sumber pendanaan baru. Ironisnya satu persatu pengurus teras klub yang notabene pejabat tinggi publik juga lepas tangan menjauh dari klub.
Baca selengkapnya »