Bukan Akhir Sebuah Pengabdian (Catatan Akhir Seorang Pendidik Muda di Pedalaman NTT)



Dok. Pribadi
"Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan ku ukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa."

Alunan lagu Himne Guru (Pahlawan Tanpa Tanda Jasa) tersebut dinyanyikan dengan khidmat oleh seluruh siswa-siswaku. Suasana pun hening di ruang yang sederhana itu, air mata ku pun keluar deras tak terbendung. Sesekali ku kuatkan diri melihat wajah-wajah lugu yang tepat berada di hadapan, mereka pun sedang menyeka-nyeka air matanya. Tak kuat rasanya!

Hari itu senin (16/09/2013), hari terakhir aku berada di SMPN 2 Nagawutung. Tak terasa hampir setahun sudah berada di sini, Melewati hari-hari penuh suka maupun duka, kini saatnya mengucapkan sayonara.

Kepala sekolah, dewan guru dan siswa secara spontan menyiapkan acara sederhana untuk perpisahan sekaligus pelepasan bagiku. Acara yang sebenarnya membuat langkah kakiku semakin berat meninggalkan semua yang ada di sekolah ini.
Baca selengkapnya »

Kalah Tipis, Langkah SM-3T Aceh Terhenti

Tim SM-3T Aceh
Lembata, NTT - SM-3T Aceh harus mengakui ketangguhan tim Belabaja, setelah takluk dengan skor tipis 1-0 pada babak delapan besar turnamen Naga Cup 1 kemarin (11/09/2013) sore Wita. Mengusung misi sama untuk lolos ke babak semifinal, laga sarat gengsi tersebut berjalan alot hingga akhir laga.

SM-3T Aceh yang merupakan runner-up pool C, membuktikan bahwa mereka bukan tim ecek-ecek setelah mampu memberikan perlawanan sengit kepada salah satu tim kuat di Kecamatan Nagawutung yang juga juara Pool A, Belabaja.

Tampil dihadapan ratusan pasang mata yang memadati lapangan sepakbola desa Loang. Kedua tim tampil ngotot demi memburu kemenangan. Pertarungan keras selama 2x35 menit pun tak terelakkan, memaksa wasit mengeluarkan beberapa kartu kuning.
Baca selengkapnya »

SM-3T Aceh Taklukkan Waikerong B



Tim SM-3T Aceh
Tim SM-3T Aceh tampil gemilang pada laga perdana Grup C turnamen Naga Cup 1, setelah unggul tipis dari tim desa Waikerong B dengan skor 2-1 pada Rabu (04/09/2013) sore.

Menurunkan pemain-pemain terbaiknya, SM-3T Aceh tampil ngotot sedari awal laga demi mengamankan tiga poin. Tampil dominan sepanjang laga namun buruknya penyelesaian akhir membuat SM-3T Aceh hanya bisa menang dengan skor tipis.

SM-3T Aceh sempat unggul di babak pertama lewat sontekan M. Darmansyah, pada awal babak kedua Waikerong sempat membuat gol penyama, namun tendangan pinalti Rizki Zulfitri diujung laga berhasil mengunci pertandingan untuk kemenangan SM-3T Aceh.
Baca selengkapnya »

Our Journey: Mota’ain, Perbatasan Indonesia-Timor Leste

Berpose di jembatan Batugade, Timor Leste (Dok. pribadi)
Sejarah mencatat pada tanggal 30 Agustus tahun 1999 lalu, Jajak Pendapat atau yang oleh pendukung antiintegrasi lebih dikenal dengan sebutan referendum kemerdekaan, dilaksanakan di provinsi termuda Indonesia kala itu, Timor Timur (Timtim). Proses Jajak pendapat yang mendapat pengawasan langsung dari PBB itu dilaksanakan serentak di seluruh Timtim dan daerah di luar Timtim dimana warga dan keturunan Timtim berada.

Hasilnya, diluar perkiraan pemerintah Republik Indonesia, mengutip dari sumber Wikipedia, hasil Jajak Pendapat menunjukkan bahwa sekitar 78,5% atau sekitar 344.580 orang Timtim memilih merdeka dan menolak status khusus dengan otonomi luas yang ditawarkan Pemerintah dan 21,5 % atau sekitar 94.388 orang menerima tawaran tersebut. Akhirnya pada tahun 2002, Indonesia dan dunia internasional mengakui kedaulatan Timtim sebagai sebuah Negara yang dengan resmi bernama: Republik Demokratik Timor Leste,

Ya, Timtim kini bukan lagi bahagian dari Indonesia. Kita sekarang punya tetangga baru bernama Republik Demokratik Timor Leste. Beberapa waktu yang lalu, penulis bersama teman -- berjumlah enam orang, berkesempatan melakukan perjalanan (touring) mengunjungi daerah perbatasan RI-Timor Leste di kawasan Mota’ain, kabupaten Belu, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca selengkapnya »

Piala Antar Pemuda Lintas Agama Lembata dan Sepak Bola Tanpa Diskriminasi



Suasana pertandingan (Foto: Irvan)
Belum lama ini, Paroki Arnoldus Yansen Waikomo, sebuah Paroki Agama Kristen Katolik yang berbasis di desa Waikomo, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyelenggarakan sebuah turnamen sepakbola yang diberi nama “Piala Antar Pemuda Lintas Agama se- Kabupaten Lembata”.
                  
Turnamen yang berpusat di lapangan sepakbola desa Waikomo ini, telah rampung diadakan pada 22 Juli-5 Agustus 2013 lalu -- bertepatan dengan bulan suci Ramadhan -- diikuti oleh belasan organisasi kepemudaan dan organisasi keagamaan, seperti Orang Muda Katolik (OMK) dan Remaja Masjid (Remas) se kabupaten Lembata.

Turnamen yang juga merupakan ajang seleksi bagi pesepakbola muda Lembata menuju kejuaraan sepakbola akbar tahunan, Piala El-Tari dan Piala Gubernur NTT, telah menemukan tim yang terbaik. Ucapan selamat patut diberikan kepada OMK Waipukang yang berhasil menjadi juara pertama, setelah menundukkan Remas At-taqwa lewat adu pinalti pada partai final.  Berikutnya OMK Tokojaeng dan Pemuda Genit Solofide Wangatoa yang masing-masing berhak mendapat gelar juara ketiga dan keempat.
Baca selengkapnya »

Kos Putroe Aceh, “Gampoeng” Aceh di Lembata

Kos Putroe Aceh (Foto: Irvan)


“Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.”

Pasti anda sudah sering mendengar kutipan kata-kata mutiara dari Imam Syafii di atas , ya, kata-kata tersebut diselipkan seorang penulis terkenal, Ahmad Fuadi dalam Mahakarya-nya  Novel best seller, Negeri 5 Menara. Kata-kata tadi mungkin telah mengilhami banyak orang untuk kuat dalam masa perantauan,termasuk perempuan-perempuan muda asal Aceh yang kini tengah mengabdi di pelosok Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT)

Tepat di kawasan Wangatoa Bawah, Kelurahan Selandoro, Kota Lewoleba, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Provinsi NTT, tinggallah belasan wanita muda yang berasal dari provinsi paling barat Indonesia, Aceh. Mereka menghuni kamar kos-kosan yang diberi nama, Kos Putroe Aceh, milik seorang PNS di lingkungan Kementerian Agama kabupaten Lembata, bernama Sultan Nasir.
Baca selengkapnya »

Walau Berat, Ramadhan Tetaplah Ramadhan



Tanpa terasa sudah memasuki separuh kedua Ramadhan, bulan penuh kemuliaan berjalan dengan cepatnya. Bulan suci yang selalu dinanti-nanti oleh lebih satu miliar umat muslim di seluruh dunia ini tak sampai dua pekan kedepan bakal meninggalkan kita.

By the way, semua orang tentu punya cerita tersendiri dengan bulan suci yang penuh berkah  tersebut, entah itu cerita gembira, sedih bahkan haru. Tak terkecuali aku, berlatarbelakang lahir dan besar di komunitas muslim (Aceh), tetapi Ramadhan kali ini, dikarenakan tengah mengabdi sebagai pendidik didalam satu program pemerataan pendidikan, harus menjalankan ibadah puasa di kawasan dimana muslim sebagai minoritas.

Berpuasa di kawasan timur Indonesia  dan jauh dari sanak keluarga di bumi Iskandar Muda sana adalah pengalaman pertamaku. Menjalankan puasa di daerah yang penduduk muslimnya “hanya” 30% -- bahkan berdasarkan statistik terakhir yang dikutip dari Wikipedia hanya 28% -- merupakan sebuah tantangan tersendiri yang telah menguatkan diri sebagai muslim sejati.
Baca selengkapnya »

My Journey: Menikmati "Surga" di Puncak Kelimutu



 puncak gunung Kelimutu (Dok. Pri)
Masih ingat uang pecahan Rp 5000,- (Lima Ribu Rupiah) yang menjadi alat tukar resmi pada tahun 1990-an? bagi anda yang memorinya masih baik pasti dengan mudah mengingat gambar yang ada pada uang tersebut. Ya, di salah satu sisi uang tersebut, tepatnya di bagian belakang terdapat gambar Danau Tiga Warna Kelimutu di pulau Flores yang telah mendunia itu.


Pulau Flores memang begitu mempesona, tak salah apabila S.M. Cabot, seorang Portugis yang pertama kali menginvasi daerah tersebut pada empat abad yang lalu, memberikan nama dengan bahasa Portugis “Cabo des Flores” yang berarti “Tanjung Bunga”. Kenapa bunga? apalagi kalau bukan karena ketakjuban mereka atas keindahan pulau Flores. 

Salah satu sudut Flores yang membuat kita seakan-akan tengah berada di “Surga” adalah Danau Tiga Warna Kelimutu. Suatu keindahan yang luar biasa berupa fenomena alam yang tidak ada duanya di muka bumi, yakni Tiga Danau Kawah yang bisa berubah-ubah warna dengan sendirinya. Keajaiban alam yang dibangun oleh aktivitas geologi gunung Kelimutu, yakni gunung api aktif setinggi 1.690 m di atas permukaan laut.
Baca selengkapnya »

Sarjana Mendidik Asal Aceh Gelar Aksi Sosial Dari Aceh Untuk Lembata

tampak penampilan tarian "Tarek Pukhat" (Foto: Miswan Huda)

Menjadi seorang pendidik dalam program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T), bukan semata-mata bertugas untuk mengisi kekosongan tenaga pendidik di daerah 3T. Tetapi lebih dari itu, SM-3T dituntut untuk melaksanakan pemberdayaan masyarakat untuk mendukung program pembangunan pendidikan di daerah 3T.


Hal inilah yang mendorong para Sarjana Mendidik asal LPTK Universitas Syiah Kuala Aceh penempatan kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar Aksi Sosial dari Aceh untuk Lembata dengan mengusung tema “Mengemas Generasi Emas Untuk Indonesia Emas”.

Berpusat di desa Babokerong, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata. Aksi sosial ini sendiri dilaksanakan selama tiga hari pada tanggal 6-8 Juli 2013. Kegiatan aksi sosial berlangsung lancar, banyak agenda yang disiapkan oleh para “Cekgu Aceh” dan panitia lokal. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi: khitan massal, aneka lomba, pelatihan kepemimpinan, pertandingan olahraga, pementasan seni dan budaya dan bakti sosial.
Baca selengkapnya »

Sepak Bola Milik Semua, Kejar Mimpimu nak!

SSB Naga Muda (Dok. Pribadi)

Sepakbola itu universal, sepakbola milik semua. Tak peduli status sosial anda, latarbelakang pendidikan, asal-usul, etnis, ras, bahkan agama, semuanya bersatu dalam sepakbola. Tak terkecuali anak-anak petani desa Belabaja sekitarnya, atau yang lebih populer dengan sebutan kawasan Boto. Hidup di daerah yang jauh dari  hingar bingar kota, tak membuat mereka berhenti merajut asa menjadi pesepakbola. 

 

Boto merupakan sebutan untuk desa Belabaja dan desa Labalimut yang dahulunya adalah satu desa, namun karena terjadi pemekaran, Boto terbelah menjadi dua desa tadi. Boto sendiri berada di kecamatan Nagawutung, kabupaten Lembata, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari kota Lewoleba -pusat pemerintahan kabupaten Lembata-, butuh waktu sekitar dua jam perjalanan dengan kendaraan bermotor untuk menuju daerah tersebut. 

Tapi tunggu dulu, untuk menuju ke sana anda harus ekstra berhati-hati, kondisi jalan yang rusak parah bakal membuat anda "setengah mati". Jangan mengharapkan merasakan nikmatnya listrik disiang hari, karena listrik hanya menyala selama 12 jam pada malam hingga pagi hari. Belum lagi jaringan telekomunikasi juga masih susah payah membuat kawasan Boto terasa terisolir.
Baca selengkapnya »

Jelang Sail Komodo, Lembata Adakan Pembersihan Pantai Waijarang

Tampak para pelaku aksi sosial sedang membersihkan semak di pinggiran jalan menuju pantai

Pergelaran akbar Sail Komodo 2013 tinggal hitungan hari, kabupaten Lembata sebagai salah satu lokasi destinasi wisatawan domestik dan mancanegara pada ajang tersebut, makin giat mempersiapkan diri. Salah satunya dengan mengadakan kerja bakti pembersihan lingkungan pantai Waijarang, pada hari jumat (07/06/2013) lalu.

 

Aksi sosial tersebut langsung dipimpin oleh Bupati Lembata, Eliaser Yentje Sunur, dan Wakil Bupati Lembata, Viktor Mado Watun, serta dihadiri oleh segenap PNS dan Karyawan lingkungan instansi pemerintah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Lembata, Masyarakat desa Waijarang dan juga berpartisipasi para Sarjana Medidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T) asal Aceh penempatan kabupaten Lembata.

Aksi tersebut sendiri dimulai pada pukul 07.00 Wita dan selesai pada pukul 11.00 Wita. Fokus pembersihan adalah lokasi wisata pantai Waijarang dan akses jalan menuju lokasi wisata yang terkenal dengan pasirnya yang putih tersebut. Segala jenis sampah dan semak belukar di sekitar lokasi tak ada yang luput dari perhatian pelaku aksi sosial.

Baca selengkapnya »

Penyelenggaran O2SN di Daerah 3T, Formalitas kah?


 
Tim Bolvoli Putra Kecamatan Nagawutung O2SN Kabupaten Lembata 2013
Penyelenggaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (02SN), telah memasuki edisi ke-6. Suatu kegiatan tahunan yang bertujuan memberikan motivasi siswa untuk menyalurkan bakat dan minat terhadap olahraga. Ajang ini diadakan berjenjang dari tingkat Sekolah/Gugus, Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Nasional. Para atlet yang mampu meraih juara O2SN tingkat nasional nantinya akan disiapkan mewakili Indonesia di ajang olahraga internasional tingkat pelajar.

Sekilas tak ada yang salah dari event olahraga multi cabang tingkat pelajar yang pertama kali di gelar tahun 2008 tersebut, banyak atlet pelajar potensial terjaring tiap tahunnya. Penyelenggaraan O2SN juga banyak menuai pujian dari kalangan pemerhati olahraga. Ya, atlet pelajar adalah pintu menuju atlet berprestasi di masa depan. Pemerintah sadar, tak ada yang instan dalam pembinaan olahraga pretasi.


Baca selengkapnya »

Lamalera dalam Lensa

Menjadi seorang pendidik tugas utamanya adalah mendidik, hal ini sudah terpatri jelas oleh seluruh Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T) yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam proses pengabdian tersebut seorang Sarjana Mendidik disadari ataupun tidak telah menikmati berbagai “bonus” yang disediakan, bonus tersebut bukan hanya sekedar menambah “jam terbang” sebagai seorang pendidik, atau menikmati biaya hidup yang mengalir ke rekening tiap bulannya. “Bonus” yang tidak kalah penting adalah dapat menikmati keindahan alam Indonesia lengkap dengan tradisi adat dan budayanya.

Siapa yang tidak mengenal tradisi perburuan ikan paus secara tradisional di Lamalera. Tradisi yang sudah turun temurun sejak berabad-abad yang lalu ini menjadi brand kabupaten Lembata. Kebanyakan orang lebih mengenal tradisi ini ketimbang Lembata itu sendiri. Ya, tradisi perburuan ikan paus yang berada di pantai selatan kabupaten Lembata tersebut telah mendunia, tak hanya wartawan dan pelancong lokal yang wara-wiri meliput tradisi tersebut, tapi turis-turis dari berbagai belahan dunia juga tak mau kalah ikut mengabadikan prosesi tersebut.
Baca selengkapnya »

Sarjana Mendidik Asal Aceh Gelar Penyuluhan Bahaya HIV/AIDS di Lembata

Suasana acara penyuluhan bahaya HIV/AIDS (Dok. pribadi)
Penyebaran Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) sudah menjadi masalah Internasional. Sebagai kaum yang rentan terhadap penularan HIV/AIDS, sudah sepantasnya remaja mendapat informasi sebanyak-banyaknya tentang bahayanya agar dapat mengantisipasi sejak dini. 

Alasan itulah yang mendorong Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T) asal Aceh yang kini tengah bertugas di kabupaten Lembata,Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar sosialisasi bahaya HIV/AIDS di kalangan remaja. Acara yang bekerjasama dengan Pemerintah kabupaten Lembata, dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) dan pengurus remaja Mesjid Nur Salam Wangatoa-Lewoleba tersebut, dihelat  di balai Posyandu Wangatoa Minggu (12/05/2013) lalu.

Baca selengkapnya »

Air Terjun Lodowavo “Surga” yang Tersembunyi



Air Terjun Lodowavo (Foto: Sukry Ashari)
Berbicara potensi wisata Lembata seakan tidak ada habisnya. Kabupaten yang sudah mendunia lewat tradisi perburuan ikan paus dengan cara tradisional tersebut banyak menyimpan potensi tapi sayangnya belum dikelola dengan maksimal. Secara geografis Lembata merupakan pulau kabupaten, sehingga memiliki garis pantai yang panjang. Tapi bukan hanya menawarkan pantai-pantainya yang eksotis khas Indonesia timur, tekstur alamnya yang sebagian besar merupakan dataran tinggi melukiskan panorama yang indah. Ada satu tempat wisata yang selama ini kurang mendapatkan perhatian bahkan dari penduduk Lembata sendiri. “Surga” itu bernama air terjun Lodowavo.

 Saat anda berkunjung ke Lembata dan cobalah bertanya di manakah letak air terjun Lodowavo kepada masyarakat Lembata, dan anda akan mendapat jawaban-jawaban yang tidak memuaskan. Ya, kebanyakan dari masyarakat Lembata tidak tahu lokasi “surga” tersembunyi tersebut. Kalaupun ada yang mengetahui mereka pastinya adalah masyarakat petani desa Atawuwur yang merupakan lokasi air terjun tersebut berada.

Baca selengkapnya »

Sudut Lewoleba (Secuil Cerita dan Rekaman Lensa)

Konon tahun 2011 lalu bintang film era 80-an yang kini terjun ke dunia politik, Rano Karno mengunjungi kota Lewoleba guna menjadi salah satu juru kampanye (jurkam) pemenangan pasangan Eliaser Yentji Sunur-Viktor Mado Watun sebagai Cabup dan Cawabup dalam Pilkada Kabupaten Lembata periode 2011-2016. 

Sesampainya di kota yang menjadi pusat pemerintahan kabupaten Lembata provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut, Rano Karno bersama rombongan melakukan konvoi mengitari kota Lewoleba yang disambut gemuruh warga Lewoleba. Setelah lama berkonvoi Rano Karno pun dengan polos bertanya pada rombongan "kotanya di mana ya?"

Pertanyaan yang sangat menggelitik sekaligus memerahkan telinga, "Si Doel" tidak sadar apa yang Ia lewati selama berkonvoi ria merupakan jalanan kota Lewoleba. Apa yang ada di dalam pikiran Rano Karno kurang lebih sama dengan apa yang penulis pikirkan ketika pertama kali menginjakkan kaki di tanah Lewoleba. Ya, Lewoleba masih belum lah layak disebut dengan sebutan "kota", Lewoleba masih tertinggal dibandingkan kota-kota pusat pemerintahan kabupaten lainnya khususnya di barat Indonesia.


Baca selengkapnya »

Prosesi Semana Santa di Kota Reinha Rosari (Larantuka)

Flores seakan tidak henti memamerkan pesonanya. Kaya akan tradisi adat dan budaya serta keindahan panorama alam nan eksotis. Mulai dari Pulau Komodo di Labuhan Bajo hingga menikmati indahnya "surga" di Danau Kelimutu. Salah satu wisata yang yang juga tidak boleh anda lewatkan saat berkunjung ke Flores adalah prosesi Semana Santa di kota Reinha Rosari.

Terletak di wilayah paling timur pulau Flores, Kota Reinha Rosari atau yang lebih dikenal dengan nama Larantuka merupakan pusat pemerintahan kabupaten Flores Timur. Untuk menuju daerah tersebut, penulis yang berada di kabupaten Lembata (penempatan tugas SM-3T) harus menggunakan kapal motor penyeberangan antar pulau yang dapat ditempuh dalam waktu tiga jam perjalanan laut.

Reinha Rosari banyak tersimpan sejarah, pengaruh kolonial Portugis yang sudah menguasai kawasan ini pada Abad XVI sangat kental. Warisan Portugis yang sampai terasa saat ini adalah agama Katolik dan tradisinya yang dianut penduduk asli Reinha Rosari. Bisa dikatakan Reinha Rosari adalah salah satu tempat di mana agama Katolik berkembang di Indonesia.
Baca selengkapnya »

Gagal Revans, SM-3T Aceh ditahan Imbang PS Lamaholot


Sempat memimpin hingga menit-menit akhir pertandingan, Tim SM-3T Aceh dipaksa menerima hasil imbang setelah PS Lamaholot mencetak goal penyama kedudukan lewat titik putih.


Berlangsung di lapangan sepakbola Polres Lembata-Nusa Tenggara Timur, Selasa (26/3/2013). Kendati bermain di bawah teriknya matahari tidak menyurutkan semangat kedua tim untuk tampil solid demi memburu kemenangan.

Bagi tim SM-3T Aceh sendiri laga ini adalah ajang balas dendam setelah dipaksa tunduk dari anak-anak Lamaholot belum lama ini. Baca: PS Lamaholot Hantam SM-3T Aceh 6-4

Pertandingan persahabatan yang diselengggarakan untuk menyemarakkan kedatangan tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) SM-3T dari LPTK Universitas Syiah Kuala Aceh di Kabupaten Lembata ini sangat menghibur penonton, banyak terjadi jual beli serangan yang cukup sengit.
Baca selengkapnya »

PS Lamaholot Hantam SM-3T Aceh 6-4

PS Lamahoholot tampil gemilang pada laga persahabatan melawan tim SM-3T Aceh. Lebih dulu tertinggal diawal laga, namun akhirnya mereka berhasil mengunci pertandingan dengan skor 6-4.

Pada laga yang berlangsung di lapangan sepakbola Polres Lembata, Sabtu (9/3/2013) tampil dengan kekuatan penuh kedua tim sama-sama berhasrat untuk menang.  

PS Lamaholot tampil cantik dihadapan ratusan penonton yang memadati lapangan, mereka memeragakan permainan tiki-taka khas anak-anak Lembata. Bermaterikan pemain-pemain muda berpotensi, anak-anak Lamaholot yang sebagian besar adalah "tulang punggung" tim Persebata Lembata yang berhasil menjadi runner up pada kejuaraan sepakbola Piala Gubernur NTT tahun 2012 lalu.

Sedangkan anak-anak SM-3T bermaterikan guru-guru asal Aceh yang sedang menjalankan tugas dalam program Sarjana Mendidik di daerah Tedepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T) di Kabupaten Lembata. Tak ingin malu, anak-anak dari tanah rencong juga tampil ngotot mengincar kemenangan.
Baca selengkapnya »

Tradisi Penangkapan Ikan Nale (Cacing Laut) Masyarakat Mingar Kabupaten Lembata

penulis memegang pelepah lontar yang dibakar sebagai penerangan

Sudah bukan rahasia lagi Provinsi Nusa Tengggara Timur (NTT) harum dengan tradisi dan adat budayanya yang masih kental dan terjaga keasliannya. Terdiri dari gugusan pulau yang terkenal dengan sebutan Flobamora (Flores, Sumba, Timor, dan Alor), NTT kaya akan keanekaragaman tapi tampak selalu harmonis satu sama lain. Sangat jarang kita mendengar terjadinya perpecahan antar etnis, ras, maupun agama. NTT bisa menjadi role model bagi daerah lain di Indonesia bagaimana menjaga kerukunan antar masyarakat, hidup nyaman saling berdampingan.


Bicara tentang tradisi adat di NTT, terkhusus di kabupaten Lembata -tempat tugas penulis- ada banyak tradisi adat yang unik dan menarik. Salah satu yang sudah populer dan go International adalah tradisi perburuan ikan paus di Lamalera yang sudah berlangsung turun temurun. Penulis sendiri telah melihat langsung saat ikan paus di "sembelih" oleh para nelayan di pinggiran pantai Lamalera pada bulan Februari lalu. Baca: Tradisi Perburuan Ikan Paus di Lamalera

Tak kalah dengan di Lamalera, Desa Mingar Pasir Putih di kecamatan Nagawutung juga terdapat  prosesi adat yang juga menarik dan tentunya unik. Tradisi ini lebih dikenal dengan penangkapan ikan nale, menarik karena ikan nale yang biasa disebut masyarakat tersebut bukanlah jenis ikan melainkan sejenis cacing laut atau plankton yang merupakan makanan ikan. Pada siklus tertentu Nale tersebut bermigrasi dan terdampar di sepanjang pantai pasir putih desa Mingar dan sekitarnya. tetua adat dan masyarakat Mingar percaya, nale ini tiap tahunnya akan tampak pada sekitaran bulan Februari atau Maret.
Baca selengkapnya »