Lamalera dalam Lensa

Menjadi seorang pendidik tugas utamanya adalah mendidik, hal ini sudah terpatri jelas oleh seluruh Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T) yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam proses pengabdian tersebut seorang Sarjana Mendidik disadari ataupun tidak telah menikmati berbagai “bonus” yang disediakan, bonus tersebut bukan hanya sekedar menambah “jam terbang” sebagai seorang pendidik, atau menikmati biaya hidup yang mengalir ke rekening tiap bulannya. “Bonus” yang tidak kalah penting adalah dapat menikmati keindahan alam Indonesia lengkap dengan tradisi adat dan budayanya.

Siapa yang tidak mengenal tradisi perburuan ikan paus secara tradisional di Lamalera. Tradisi yang sudah turun temurun sejak berabad-abad yang lalu ini menjadi brand kabupaten Lembata. Kebanyakan orang lebih mengenal tradisi ini ketimbang Lembata itu sendiri. Ya, tradisi perburuan ikan paus yang berada di pantai selatan kabupaten Lembata tersebut telah mendunia, tak hanya wartawan dan pelancong lokal yang wara-wiri meliput tradisi tersebut, tapi turis-turis dari berbagai belahan dunia juga tak mau kalah ikut mengabadikan prosesi tersebut.
Baru-baru ini hari selasa (07/05/2013), penulis berkesempatan untuk kali kedua menyaksikan langsung hasil buruan nelayan Lamalera, setelah pertama kali pada februari lalu. Selalu ada kesan tersendiri saat melihat si ikan raksasa yang terkulai mati di pinggir pantai Lamalera. Lamalera memang selalu berkesan buat semua penikmatnya.

Terlepas dari kontroversi ikan paus sebagai satwa yang dilindungi. Kita juga harus memahami begitu pentingnya Paus bagi masyarakat nelayan Lamalera. Nelayan lamalera dan ikan paus ibarat dua hal yang tidak bisa terpisahkan. Sudah menjadi tradisi adat sejak berabad-abad yang lalu, dari generasi ke generasi. Tradisi perburuan ikan paus di Lamalera telah menjadi sebuah peradaban yang mampu bertahan di tengah era modernisasi.

"Big festival," ucap seorang bule Perancis, yang tak henti-henti membidik kameranya ke arah si "ikan raksasa" yang tengah terkulai mati. Bule yang beruntung bisa menikmati momen langka yang hanya satu-satunya di dunia tersebut. orang asing saja begitu terpesona kenapa kita seakan acuh dengan apa yang kita punya. Kita harusnya bangga tradisi perburuan ikan paus nelayan Lamalera itu milik kabupaten Lembata, milik Nusa Tenggara Timur dan tentunya milik Indonesia.

Lamalera oh.. Lamalera

Penulis mencoba berbagi lewat gambar-gambar yang berhasil diabadikan saat ikan paus telah berhasil diburu nelayan Lamalera dan juga proses pembelahan tubuh paus. Selamat menikmati!


foto penulis berlatarkan anak-anak Lamalera bermain-main di atas tubuh paus

tampak paus hasil buruan nelayan Lamalera


















para nelayan bahu membahu membelah badan ikan paus


















tebalnya kulit ikan paus


















air laut berubah jadi merah


















di bawah sengatnya sinar matahari para nelayan makin bersemangat


















ramainya suasana pembelahan tubuh ikan paus

















begitu antusiasnya Si bule asal Perancis




















potongan daging dan  isi perut ikan paus








































*****

Rizki Zulfitri, S.Pd
SM-3T Aceh penempatan kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur

Tidak ada komentar on "Lamalera dalam Lensa"

Leave a Reply