Merayakan Hari Jadi di Timur Indonesia

"Pertama kali dalam hidup merasakan hari bertambahnya umur di luar tanah kelahiran. Meninggalkan Aceh dan orang-orang tersayang demi turut serta mencerdaskan anak bangsa. Berada jauh di timur Indonesia hidup dalam segala keterbatasan dan penuh tantangan,"

Mungkin terlalu berlebihan karena banyak dari teman-teman seperjuangan yang juga merasakan hal yang sama, toh, semuanya tetap patut disyukuri. Masih diberi kesehatan dan umur panjang dari Sang Khalik adalah kenikmatan yang luar biasa.

Terlahir di dalam keluarga yang tidak mengagung-agungkan hari ulang tahun membuatku terbiasa melewati hari jadi dengan biasa-biasa saja. Tak ada kado, tak ada kue ulang tahun ataupun hingar bingar pesta. Hanya ucapan serta doa dari keluarga dan orang-orang terdekat. Itu semua sudah cukup!


Kesan yang luar biasa menikmati hari jadi bersama keluarga baru. Keluarga yang sekitar tujuh bulanan yang lalu ku kenal, tapi kini telah mengganggapku bagian dari keluarga ini. Kasih dan sayang tak henti-hentinya kurasakan, seperti apa jadinya aku saat meninggalkan keluarga baru ku ini saat selesai tugasku nantinya. Tak cukup air mata rasa-rasanya.

Hari jadi yang ke-24 ini menandakan kedewasaan dan kematangan dalam bersikap. Bila melihat ke belakang, banyak hal yang sudah aku lewati selama setahun belakangan ini. Dari seorang mahasiswa tingkat akhir yang sedang berjuang mempertanggungjawabkan tulisan skripsinya. Seorang pesepakbola amatir yang merasa tidak menemukan masa depan di sepakbola. Hingga mencari pelarian mengikuti program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T).

Ya, awalnya hanya pelarian tapi kini telah memberiku sejuta pengalaman yang mungkin hanya kurasakan sekali dalam hidup. Telah membentuk karakter seorang anak muda yang tidak manja akan keadaan sesulit apapun. Juga belajar saling menghargai akan keberagaman yang mungkin tidak kurasakan selama ini.

SM-3T telah membuka mata akan mempesonanya alam Indonesia, membuatku makin cinta tanah air, membuatku paham akan kayanya negeri ini dan aku sadar tak mudah me manage negara kepulauan sebesar Indonesia.

Proses hidup terus berjalan, tidak tahu kapan hidup ini akan berhenti. Masih banyak cita-cita dan target pribadi yang sampai saat ini masih di awang-awang. Jauh di timur Indonesia ini aku jadikan batu loncatan menuju masa depan yang cerah di ujung sana.

Moga tercapai lah cita-cita ku nantinya, hari jadi ini ku jadikan momentum untuk berbuat lebih bermanfaat untuk orang banyak. Bukankah sebaik-baik manusia adalah bermanfaat buat orang lain. Moga Allah SWT mengabulkan segala doaku, amin yaa rabbal alamin..*


 ***

Rizki Zulfitri, S.Pd
10 Mei 2013
*Refleksi hari jadi ke-24 penulis di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Tidak ada komentar on "Merayakan Hari Jadi di Timur Indonesia"

Leave a Reply